Manajemen Layanan Sistem Informasi
DATA
Pengertian
data mennurut Webster New World Dictionary, Data adalah sesuatu yang dianggap,
diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti). Data bisa juga
didefinisikan sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengalaman
(observasi) suatu obyek, data dapat berupa angka dan dapat pula merupakan lambang
atau sifat.
Sumber:
Buku Pengantar Data Mining, Sani
Susanto, Ph.D
SISTEM
Sistem
berasal dari bahasa yunani “Systema” yang berarti sehimpunan bagian atau konsep
yang sering berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan. Sistem
merupakan suatu totalitas dari bagian-bagian berhubungan, dimana fungsi dari
totalitas tersebut berbeda dengan jumlah fungsi dari bagian-bagiannya.
Sumber:
Sistem Informasi
Sistem
informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi,orang dan teknologi
informasi yang diorganisasikan. Sistem informasi adalah suatu sistem buatan
manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan koponen berbasis komputer dan
manual yang dibuat untuk menghimpun,menyimpan dan mengelola data serta menyediakan
informasi keluaran kepada para pemakai.
Perbedaan Sistem berorientasi objek dan Sistem Terstruktu
Pengertian Sistem Orientasi Objek
1. Sebuah
sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek adalah sebuah
sistem yang komponennya dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok data dan
fungsi.
2. Setiap
komponen dalam sistem tersebut dapat mewarisi atribut dan sifat dan komponen
lainnva. dan dapat berinteraksi satu sama lainnya
Analisis
dan disain berorientasi objek adalah cara baru dalam suatu masalah dengan
menggunakan model yang dibuatmenurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar
pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan
perilaku dalamsatu entitas.
Pengertian “berorientasi
objek” berarti bahwa kita mengorganisasi perangkat lunak sebagai
kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya.
Pengertian Sistem Berorientasi
Terstruktur
Untuk
program yang simpel/sederhana biasanya menggunakan pemrograman terstruktur
karena masih mudah dan tidak banyak dilakukan perubahan yang berarti, sedangkan
untuk line lebih dari 100 atau bisa dikatakan rumit, maka digunakan pemrograman
berorientasi objek. Pemrograman Terstruktur terdiri dari pemecahan masalah yang
besar menjadi masalah yang lebih kecil dan seterusnya, sedangkan untuk
pemrograman berorientasi objek terdiri dari pengkelompokan kode dengan data
yang mana setiap objek berfungsi secara independen sehingga untuk setiap
perubahan kode tidak tergantung pada kode yang lainnya, atau lebih dikenal
dengan modular. Terdapat juga perbedaan secara spesifik antara Pemrograman
Berorientasi Objek dengan Pemrograman Terstruktur, yaitu pada kelas dan objek.
Pada Pemrograman Terstruktur tidak terdapat kelas dan objek.
Perbedaan Orientasi Objek Dengan
Terstruktur
Sifat-sifat
dari pemrograman terstruktur dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Memuat teknik
pemecahan masalah yang logis dan sistematis
2.
Memuat
algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
3.
Program
disusun dengan logika yang mudah dipahami
4.
Tidak
menggunakan perintah GOTO
5.
Biaya
pengujian program relatif rendah
6.
Memiliki dokumentasi
yang baik
7.
Biaya
perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah
Berbeda
dengan OOP. Suatu program disebut dengan pemrograman berbasis obyek (OOP)
karena terdapat :
· Encapsulation
(pembungkusan)
Encapsulation
adalah mekanisme pemrograman yang membungkus kode dan data yang dimanipulasi
dan menjaganya supaya terhindar dari interferensi dan penggunaan yang tidak
perlu. Salah satu caranya dengan membentuk objek.
· Inheritance
(pewarisan)
Inheritance
memungkinkan programer meletakkan member yang sama dalam satu class dan
class-class lain dapat mewarisi member tersebut. Class yang mengandung member
yang sama dari beberapa class lain dinamakan superclass atau parent class.
Class yang mewarisi dinamakan subclass atau child class. Inheritance
menghasilkan class hierarchy.
· Polymorphism
(polimorfisme –perbedaan bentuk)
Polymorphisme
artinya mempunyai banyak bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan sebagai
polymorphic, bila objek-objek itu mempunyai antar muka yang identik namun
mempunyai perilaku-perilaku yang berbeda.
Bisa
dikatakan pada pemrograman berorientasi objek, dapat dilakukan sebuah
programming terhadap code yang lebih baik daripada pemrograman terstruktur, itu
juga untuk kaliber atau skala rumit atau besar, sedangkan untuk coding yang
skala kecil lebih mudah menggunakan pemrograman terstruktur dikarenakan lebih
singkat dan mudah tanpa banyak perubahan yang penting.
Berdasarkan
penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul
dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah
dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh
orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan
tracing program ).
Sementara
itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti :
1. Maintenance;
program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek
mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan
untuk programmer.
2. Pengubahan
program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang
dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu
database program misalnya.
3. Dapat
digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan
obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang
bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit
perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.
Jadi,
sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali
digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena
memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan
diatas.
Permodelan
yang mana yang lebih bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut
pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari
pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh
sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai
anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara.
KESIMPULAN
Jadi,
sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali
digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena
memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan
diatas.
Permodelan
yang mana yang lebh bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang
mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu
sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem
informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran,
serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara.
Source:
Komentar
Posting Komentar